Sunday, September 22, 2019

Masalah adalah tak lebih sebagai ramuan kebahagiaan

Hallo penikmat sunyii... Selamat datang kembali di blog ini. Semoga kalian semua selalu dimudahkan dan diberi kesehatan ya. Aamiin. Tulisan kali ini mengisahkan sebuah masalah yang biasa dihadapi (ekonomi, sosial, dan budaya) oleh sebagian orang atau mungkin hampir semua orang tergantung kalian nanti ketika membacanya ya dan terdapat pemecahan masalahnya juga sesuai dengan judul di atas Masalah adalah tak lebih sebagai ramuan kebahagiaan, jadi jangan lupa untuk tinggalkan jejak (komentar) di bawah ya,  oke jangan panjang² pembukaannya agar kalian bisa menikmati sambil menyeruput air (kopi,teh,susu, dll) 😂hehee... selamat membaca😊.

Angin kesunyian di bawah terang bulan, ditemani luapan bathin seraya ingin mendobrak pintu Amunisi, jalan berliku membuat ber?? Apakah hanya diriku saja? Hasutan amarah lambat laun memuncak, sadar batas yang dimiliki, support yang diabaikannya, problem dan problem yang terpintas.

Koneksi terjalin tanpa kompas, bermula kenalan,teman,sahabat hingga berharap menjadi Pendamping hidup, rekayasa dan realita terbuka dalam menjalani kehidupan, SARA tidak menjadi hambatan. Hubungan tanpa perboden kebenaran jauh dari kebahagiaan.

Perlahan memuakkan, amarah seketika memuncak, karir dan ilmu jadi perisai dan pijakan, jiwa kritikpun mencuat, jawaban demi jawaban terungkap, Raja dan Ratu bersama berharap Indah.

Atasan dan bawahan bagaikan Payung yang meneduhi tuanya, sirna. Tumbuh dewasa dengan usaha, jerat lintah darat kian marak, problema terus membuntuti, hingga menerobos traffic seakan satu satunya cara untuk keluar darinya, namun ternyata salah.

Kebahagiaan dengan materi, tak pernah di sadarii, membuat kita lupa dengan problem yang dihadapi, ketika terhempas dari materi kita baru terbangun. Wacana dan rencana tak terarahkan bak expektasi tak kunjung nyata.

Merengek Tersedu ditengah malam bahkan ditiap jam penuh harap dan memohon pada Tuhan, seraya pintu positiff terbuka bak tersiram air dari kutub utara, sadar di dunia ini hanya sementara, mencari yang baik untuk berbuat baik adalah kebahagiaan di dunia ini, semua harta tahta wanita dan anak hanya titipanya.

Betapa Agung rencananya, hari berjalan silih berganti jumpa lagi dan lagi, bosan seakan menjadi alasan berfoya-foya, tantangan dan rintangan tak semudah lari gawang, kaleng Biskuit berisi rengginang. Twitt seseorang tak jadi acuan, tujuan dan cita cita bagai Nahkoda Gila, hanya syukur yang terucap di benaknya.

Dengan penuh ucap syukur tuk Kembali padanya, Jalani yang di kuasai, menjadi Mentari yang menyinari, awan teduh menutupi, angin sepoi² menyejukan,atau sampah masyarakat yang berserakan, sempurnanya gotong royong dengan mengindahkan perbedaan yang di anugrahkan Tuhan yang maha Esa yang luar biasa.

Sekian dan terimakasih atas kunjunganya, salam reading. 

Kunjungi juga Dipeluk Nestapa karya Wahyudi (https://zhohir167.blogspot.com/2019/03/dipeluk-nestapa.html?m=1)

Wednesday, March 6, 2019

Dipeluk Nestapa

Hii guys,Selamat meratapi kisah pedih penuh perih ya guys, eiittss tapi penulis mau memberi tahu dulu nih karya ini bukan penulis yang buat namun,penulis hanya mempublis karya seorang temannya, ia ingin membagikan karyanya setelah penulis tawarkan untuk mempublisnya. Okey jangan lama-lama langsung aja, selamat membaca😊.

     Biar kali ini pedih ku terlukis dalam derai tiap kata yang tertulis bukan yang kutulis.Pena ini digerakkan batinku bukan inginku jiwa ku mati dan hati ku kini yang berdalih Hujan kali ini nampaknya berbeda, ada dingin yang terbawa dan melekat pada raga Mekar kemudian kuncup, segar kemudian layu dan merah lalu membiru.
     Dinadiku dipenuhi rasa bengis yang terus menimpa sesekali aku hanya meringis, selebihnya aku kritis. Mungkin tidak terlalu tragis, bagimu. Kalian. Boleh aku berpendapat lain? Jelas kusaksikan pendar yang terdengar bingar kemudian pudar dan tidak lagi bergetar dalam debar Kenapa harus pelik? Tak pernahkah sedikitpun minilik apa tak ada nyaringnya retorika yang ku berita? Dan aku yang menderita bak disandera.
      Biar nadir bunyikan petir biar cakrawala membuat semua nya melupa. Apa itu luka? Apa itu cinta? Lihat! compang camping ku berjalan sejauh ini, lunglai sebab terus diiringi andai padahal tak pernah tercapai Menyulam yang lebam, mengikat yang lepas, dan menjahit yang robek.
      Percuma. Sia sia. Ku lupa, jemariku yang dijadikan taruhan nya karena bukan lagi aku yang jadi tujuuannya Jangan menoleh lagi, lekas beranjak sebab hadirku ditolak dan akui saja bahwa aku kalah telak dan memang cukup sesak Lepaskan yang selama ini ku genggam, pertahankan dan ku pertaruhkan.
       Batinku. Jiwaku. Dan semua itu Dan, ingat aku sebagai penikmat kisah semu yang melibatkan dirimu disitu. Penikmat rindu, kasih, cinta dan harap dari pengagummu.

#Karya_Wahyudi

Kunjungi juga Masalah adalah tak lebih sebagai ramuan kebahagiaan  (https://zhohir167.blogspot.com/2019/09/masalah-adalah-tak-lebih-sebagai-ramuan.html?m=1)

Dengan penuh harap pembaca dapat terhibur dengan tulisan ini,

Terimakasih atas kunjungannya.