Hii guys,Selamat meratapi kisah pedih penuh perih ya guys, eiittss tapi penulis mau memberi tahu dulu nih karya ini bukan penulis yang buat namun,penulis hanya mempublis karya seorang temannya, ia ingin membagikan karyanya setelah penulis tawarkan untuk mempublisnya. Okey jangan lama-lama langsung aja, selamat membaca😊.
Biar kali ini pedih ku terlukis dalam derai tiap kata yang tertulis bukan yang kutulis.Pena ini digerakkan batinku bukan inginku jiwa ku mati dan hati ku kini yang berdalih
Hujan kali ini nampaknya berbeda, ada dingin yang terbawa dan melekat pada raga
Mekar kemudian kuncup, segar kemudian layu dan merah lalu membiru.
Dinadiku dipenuhi rasa bengis yang terus menimpa sesekali aku hanya meringis, selebihnya aku kritis.
Mungkin tidak terlalu tragis, bagimu. Kalian. Boleh aku berpendapat lain?
Jelas kusaksikan pendar yang terdengar bingar kemudian pudar dan tidak lagi bergetar dalam debar
Kenapa harus pelik? Tak pernahkah sedikitpun minilik apa tak ada nyaringnya retorika yang ku berita? Dan aku yang menderita bak disandera.
Biar nadir bunyikan petir biar cakrawala membuat semua nya melupa. Apa itu luka? Apa itu cinta?
Lihat! compang camping ku berjalan sejauh ini, lunglai sebab terus diiringi andai padahal tak pernah tercapai
Menyulam yang lebam, mengikat yang lepas, dan menjahit yang robek.
Percuma. Sia sia. Ku lupa, jemariku yang dijadikan taruhan nya karena bukan lagi aku yang jadi tujuuannya
Jangan menoleh lagi, lekas beranjak sebab hadirku ditolak dan akui saja bahwa aku kalah telak dan memang cukup sesak
Lepaskan yang selama ini ku genggam, pertahankan dan ku pertaruhkan.
Batinku. Jiwaku. Dan semua itu
Dan, ingat aku sebagai penikmat kisah semu yang melibatkan dirimu disitu. Penikmat rindu, kasih, cinta dan harap dari pengagummu.
#Karya_Wahyudi
Kunjungi juga Masalah adalah tak lebih sebagai ramuan kebahagiaan (https://zhohir167.blogspot.com/2019/09/masalah-adalah-tak-lebih-sebagai-ramuan.html?m=1)
Dengan penuh harap pembaca dapat terhibur dengan tulisan ini,
Terimakasih atas kunjungannya.